Beranda | Artikel
8 Sifat Ahlul Quran Sejati – Apakah Kamu Termasuk? – Syaikh Abdussalam Asy-Syuwaiar #NasehatUlama
8 jam lalu

Sifat-sifat hati Ahlul Qur’an. Hati Ahlul Qur’an memiliki kedudukan yang agung. Karena ia punya keadaan yang berbeda daripada hati yang lain.

[SIFAT PERTAMA]
Ahlul Qur’an itu, jika diingatkan dengan Al-Qur’an, langsung teringat.

[SIFAT KEDUA]
Jika dinasihati dengan Al-Qur’an, mereka segera sadar.

[SIFAT KETIGA]
Jika diperingatkan dengan Al-Qur’an, mereka pun takut.

[SIFAT KEEMPAT]
Mata mereka mudah menangis,

[SIFAT KELIMA]
hati mereka lembut,

[SIFAT KEENAM]
dan perangai mereka santun.

Inilah sifat-sifat Ahlul Qur’an yang sebenarnya. Oleh sebab itu, Allah Jalla wa ‘Ala berfirman: bahwa Ahlul Qur’an itu, “…gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah…” (QS. Az-Zumar: 23).

Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata setelah menyebutkan ayat ini: “Inilah sifat para wali Allah dalam Kitab-Nya: hati mereka bergetar, dan mata mereka menangis karena Allah Jalla wa ‘Ala.” Qatadah menambahkan: “Allah ‘Azza wa Jalla tidak menyebut di antara sifat mereka bahwa mereka berteriak, atau pingsan (saat mendengar Al-Qur’an).” Qatadah menegaskan: “Justru ini adalah sifat setan-setan para pelaku bid’ah.”

Jadi, hati orang-orang beriman akan menjadi lembut karena Al-Qur’an, dan merasa takut saat diingatkan dengan Al-Qur’an. Mata mereka pun berlinang air mata ketika mendengar ayat-ayat agung ini.

Demikian pula seluruh amalan hati dalam kategori ini berkaitan erat dengan hati semacam itu. Karena hati adalah gumpalan daging dalam tubuh. Jika ia baik, maka seluruh tubuh menjadi baik.

Di antara sifat Ahlul Qur’an—dan saya cukupkan pada sifat ini untuk mempersingkat waktu— [SIFAT KETUJUH & KEDELAPAN]adalah tabiatnya yang tawadhu dan khusyuk kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Sebab, di antara dampak terbesar kekhusyukan adalah tawadhu (rendah hati).

Karena itulah, ketika Abu Bakar Al-Ajurri rahimahullahu Ta’ala menyebutkan sifat Ahlul Qur’an, beliau berkata: “…dan mereka bersikap tawadhu kepada sesama Ahlul Qur’an dan kepada orang yang mempelajari Al-Qur’an.” Adapun ketika beliau menyebutkan sifat orang yang mempelajari Al-Qur’an demi kepentingan dunia, beliau mengatakan: “…dan di antara sifat mereka adalah bersikap sombong…” “…Mereka bersikap sombong terhadap orang lain setelah membaca Al-Qur’an dan tidak bersikap tawadhu terhadapnya…” “Mereka juga senang tampil di depan dan merasa lebih tinggi daripada orang lain.”

Maka, inilah amalan-amalan hati yang hendaknya seorang Muslim jadikan cermin bagi dirinya. Hendaklah ia memeriksa: apakah dirinya benar-benar termasuk Ahlul Qur’an yang sejati, atau tidak? Oleh sebab itu, diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu Ta‘ala bahwa seorang Mukmin harus menimbang dirinya dengan Al-Qur’an. Jika hasilnya menunjukkan bahwa dia termasuk Ahlul Qur’an, hendaklah ia bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla, memuji-Nya, dan memohon tambahan karunia.

Namun, jika keadaannya tidak demikian, hendaklah ia segera meninjau kembali dirinya dan menghisabnya, sebelum Allah ‘Azza wa Jalla yang menghisabnya.

=====

صِفَاتُ قُلُوبِ أَهْلِ الْقُرْآنِ إِنَّ لِقُلُوبِ أَهْلِ الْقُرْآنِ شَأْنًا عَظِيمًا فَإِنَّ لَهَا أَمْرًا مُخْتَلِفًا عَنْ غَيْرِهَا

فَإِنَّ أَهْلَ الْقُرْآنِ إِذَا ذُكِّرُوا بِالْقُرْآنِ تَذَكَّرُوا

وَإِذَا وُعِظُوا بِالْقُرْآنِ انْزَجَرُوا

وَإِذَا خُوِّفُوا بِالْقُرْآنِ خَافُوا

حَاضِرُ الدَّمْعَةِ

رَقِيقُ الْقَلْبِ

لَيِّنُ الْجَانِبِ

كُلُّ هَذِهِ صِفَاتُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ عَلَى الْحَقِيْقَةِ وَلِذَلِكَ ذَكَرَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا أَنَّ أَصْحَابَ الْقُرْآنِ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

وَقَالَ قَتَادَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَمَا ذَكَرَ هَذِهِ الْآيَةَ قَالَ هَذَا نَعْتُ أَوْلِيَاءِ اللَّهِ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَنَّهُ تَقْشَعِرُّ قُلُوبُهُمْ وَتَدْمَعُ أَعْيُنُهُمْ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلَا قَالَ قَتَادَةُ وَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ نَعْتِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَصْرَخُونَ وَلَا أَنَّهُ كَانَ يُغْشَى عَلَيْهِمْ قَالَ قَتَادَةُ وَإِنَّمَا هَذَا نَعْتُ أَهْلِ الْبِدَعِ مِنَ الشَّيْطَانِ

إِذًا فَقُلُوبُ الْمُؤْمِنِينَ تَلِينُ لِلْقُرْآنِ وَتَخَافُ إِذَا ذُكِّرُوا بِهِ وَتَدْمَعُ أَعْيُنُهُمْ إِذَا مَرَّتْ عَلَيْهِمْ آيَاتٌ مِنْ هَذِهِ الْآيَاتِ الْعَظِيمَةِ

كَذَلِكَ كُلُّ أَفْعَالِ الْقُلُوبِ مِنْ هَذَا الْبَابِ مُتَعَلِّقَةٌ بِهَذَا الْقَلْبِ إِذِ الْقَلْبُ هُوَ المُضْغَةُ الَّتِي فِي الْبَدَنِ إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ

مِنْ صِفَاتِ صَاحِبِ الْقُرْآنِ وَأَقِفُ عِنْدَ هَذِهِ الصِّفَةِ اخْتِصَارًا لِلْوَقْتِ أَنَّ صَاحِبَ الْقُرْآنِ مِنْ طَبْعِهِ التَّوَاضُعُ وَالْخُشُوعُ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلَا فَإِنَّ الْخُشُوعَ مِنْ أَعْظَمِ آثَارِهِ التَّوَاضُعُ

وَلِذَلِكَ لَمَّا ذَكَرَ أَبُو بَكْرٍ الْآجُرِّيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى صِفَاتِ أَهْلِ الْقُرْآنِ قَالَ وَيَتَوَاضَعُونَ لِأَهْلِهِ وَلِمَنْ تَعَلَّمَهُ وَلَمَّا ذَكَرَ صِفَةَ الَّذِينَ يَتَعَلَّمُونَ الْقُرْآنَ لِلدُّنْيَا قَالَ وَمِنْ صِفَاتِهِمْ أَنَّهُمْ يَتَكَبَّرُونَ أَنَّهُمْ يَتَكَبَّرُونَ بَعْدَ قِرَاءَتِهِ عَلَى خَلْقِ اللَّهِ وَلَا يَتَوَاضَعُونَ فِيه وَيُحِبُّونَ أَنْ يَتَصَدَّرُوا وَأَنْ يَعْلُو عَلَى غَيْرِهِمْ

إِذًا هَذِهِ مِنْ أَفْعَالِ الْقُلُوبِ الَّتِي يَمْتَحِنُ الْمُسْلِمُ نَفْسَهُ وَلْيَنْظُرْ أَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ عَلَى الْحَقِيقَةِ أَمْ أَنَّهُ لَيْسَ كَذَلِكَ وَلِذَلِكَ جَاءَ عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَّ الْمُؤْمِنَ يَخْتَبِرُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْقُرْآنِ فَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ شَكَرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَحَمِدَهُ وَسَأَلَهُ الزِّيَادَةَ

وَإِنْ كَانَ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ النَّعْتِ فَإِنَّهُ حِينَئِذٍ يُرَاجِعُ نَفْسَهُ وَيُحَاسِبُهَا قَبْلَ أَنْ يُحَاسِبَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهَا


Artikel asli: https://nasehat.net/8-sifat-ahlul-quran-sejati-apakah-kamu-termasuk-syaikh-abdussalam-asy-syuwaiar-nasehatulama/